Kamis, 10 Juli 2014

Wanita Berjilbab ngga mesti Shalihah, tapi Wanita Shalihah udah pasti Berjilbab ;)

Ada juga fenomena yang lagi ngetrend sekarang ini, yaitu jilbab modis atau apalah itu namanya. Dan terlihat lebih banyak yang memakai daripada jilbab syar'i. Ada yang menentang jilbab modis, ada yang mendukung. Jika dilihat dari luar saja dengan dicocokkan dengan ciri pakaian syar'i di atas, pakaian model begitu termasuk ngga syar'i karena terlalu waw, ada yang bercelana juga. Tapi dilihat dari sisi lain, perlu diapresiasi juga ya. Karena dengan itu banyak Muslimah yang sebelumnya ngga berkhimar jadi berkhimar. Apapun itu tujuannya, apapun itu motivasinya untuk berjilbab.

Kalo udah mau berjilbab tinggal diarahkan aja. Jilbab yang bener itu gini gitu, boleh pake kaya gitu tapi buat cucuameh (baca: suami) aja. Karena berjilbab kan untuk Allah, untuk menjaga diri, menutup aurat, membantu kaum Adam menundukkan pandangan ;)

Jangan dinyinyiri. Karena nyinyir bisa membuat hati sakit dan bisa antipati nantinya. Karena mungkin hanya butuh pengertian. Begitu.

Oh iya, dulu aku pernah survey abal-abal pake sms dan aplikasi chat di handphone. Begini,

bismiLlaah..
Kaka2.. Jawab pertanyaanku yaa, buat survey. Jd jujur aja, ngga memengaruhi IPK kok :)

Menurutmu wanita yg pake baju minim ama yg pake baju lebar bagusan yg mana?
Alasannya ?
Lebih tertarik yg mana?
Akan lebih mhormati yg mana ?
Harapanmu gimana ?

Jawab dg jawaban kamu sbg laki2 yaa ;)


Aku nanya ke beberapa aja sih, ngga banyak. Dan ini jawaban mereka ya;

1. Bagusan pke baju lebar karena prtma jelas agma menyerukan kedua akan lbih istimewa tentunya yg lebar gak skdar lebar ketiga brarti wanita itu juga mnjga martabatnya dan kesuciannya d dpn psangan ia kelak. . .tentu akan sangat lebih mnghormati dan menghargai yg lebar krna dy jg menghormati dan menghargai kita sbgai lelaki ntah nnti psangannya siapa dan dy mnjga qt dari maksiat mata..bagi yg belum gak ad kta trlmbat dan malu,bgi yg udh jga Akhlak dan ibadah.,,
(Alam, 18 tahun, Mahasiswa)

2. Yg jelas pke kerudung itu lebih bgus wy :)
(Dhany, 18 tahun, Mahasiswa)

3. Ya. Krna suapa wanta trlhat lbh anggun,terhormat,dan ibdah. Jg.
Lbh trhrmat yg mentp aurat bju lebar.
Harapan. Perempuan maupn Laki2 menutp aurat dg pakaian yg sesuai islam,mengntrol nafsu.. Jdlah muslim yg sejati dan bnar
(Givni, 18 tahun, Mahasiswa)

4. 22 nya sma2 resep di lihat  .
Wanita pake baju minim klo cocok ma postur bdan nya , sih gpp ,cuman kalo udah jelek , item pake bju minim , ih gk resep , tapi kasihan nanti di akhirat .
Klo wanita pakaian lebar enk2 aja di lihat nya ,
Tertarik dengan wanita yang sholehah lah
Hormati yg pake pakaian besar lah .
Mendapat wanita yg sholeh pakaian besar ketika di dalm rumah memakai pakaian minim .
(Taufik, 19 tahun, Mahasiswa)

5. Lebih tertarik dgn org yang tdk menutup auratnya.
Aku pun kaget dan bertanya dengan tanda tanya "???????????"
Dan dijawabnya lagi,
Lebih menghormati orang yang berjilbab dan menghargai orang yang mengetahui,memahami dan mengamalkan apa itu hijab.

Knp lebih menarik,krn salah satu tujuan wanita tdk berhijab itu kan untuk menarik lawan jenis.dan hasilnya banyak yg berhasilkan.

Untuk itu dibutuhkan timbal balik dari seorang ikhwah pula,bagaimana seorang ikhwah dapat menghargai seorang wanita

Sehingga para wanita mengetahui bahwa apa yang dilakukan untuk menarik perhatian seorang perhatian ikhwah hanya sia-sia

Hingga akhirnya para akhwat sendiri dapat merasakan betapa ia hanya merendahkan dirinnya didpn para ikhwah.
Wallahu alam bisshawab.
(Fajrin, 18 tahun, Mahasiswa)

6. Lebar, krn minim itu mengundang syahwat dan buat aku pasti godaan iman. Suka yg lebar dan tertutup, karena kata Rasulullah disuruh mengutamakan yg baik agama ny, Insya Allah fisik dan lain ny juga baik.

Lebih respect ma yg tertutup, yg minim akan aku acuhkan. Diladenin bisa bkin dosa dew

Harapan ku, setiap wanita harus menjaga diri dgn memakai pakaian yg sopan lagi tertutup. Krn itu akan menjaga baik si wanita maupun pria terhindar dari dosa
(Ipur, 22 tahun, engineer)

7. Alasannya apa ? Maaf kalo yg pake mini itu terlalu murah.. Kalo yg lebar itu "buni keur batur, boleklak jang nu sah".. 

Lebih tertarik yg mana? Yg lebar, apalagi pake kerudung atau niqab..

Akan lebih mhormati yg mana ? Dua2nya saya hormati, namun derajatnya beda..

Harapanmu gimana ? Maksud pertanyaan ini apa?

Harapannya, jadilah wanita seutuhnya.. Yg baik n benar.. Menuju ridha Alloh..
(Fuzie, 29 tahun, Ebook Developer)

9. Waduh... Kalau bicara naluri ana, seorang laki-laki pasti senang melihat wanita yang memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya... Karena hal itu sangat manusiawi sekali...

Tapi.... Kita juga beragama dan agama mengatur kita dalam hal berpakaian. Setelah ana berpikir ulang, ana engga mau jika tubuh istri, anak ana jadi objek tontonan gratis buat para pria... Dan pada saat ini... "Maaf" para psk dan wanita yang berpakaian minim hampir tidak ada bedanya.. Jadi ana lebih memilih untuk mengikuti ajaran agama ketibang mengikuti nafsu manusiawi... Sekian.
(Rangga, Ayah tiga jagoan)

10. Yg pake baju lebar..
Alasannya apa ya.. Kl yg minim berarti dia udh ga seutuhnya lagi auratnya bwt suaminya #tsahh
Kl soal menghormati ya menghormati yg jilbabnya lebar lah.. Sbb dia menhormati dirinya sendiri
Harapannya semua Muslimah bs berjilbab lebar dan syar'I warna2 gelap yg ga mencolok warnanya..

Emg kalo' warnanya mencolok kenapa kk ?

Menarik perhatian laki2 Dew.. Syari nya warga gelap
(Randy, 27 tahun, SewaHTmurah.com)


Nah itu hasil survey abal-abalnya. Semua menyukai yang tertutup dan tidak kekurangan bahan. Walau ada yang menjawab ke masa depan (baca: pasangan hidup) padahal sih gue ngga nanya menjurus kesitu yes :p kekekekekkek
Seenggaknya kita tau ya kalo kita (wanita) ini emang ujian yang bisa luar biasa untuk lakik. Hihi

Sederhana, bukan ? Ya, sesederhana itu..
Maka Ukhty, BERJILBABLAH SEGERA !!! KARENA DAN UNTUK ALLAAH !!

Dari Ummu ‘Athiyyah, ia berkata, “Pada dua hari raya, kami diperintahkan untuk mengeluarkan
wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum muslimin dan doa mereka.
Tetapi wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya:, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Beliau menjawab, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR. Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)

“Hai anak Adam, Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” [Qs. al-A'raaf 26]

Telah banyak ayat-ayat Al Quran juga hadits yang memerintahkan Muslimah berjilbab. Tunggu apa lagi ? :')

Masih tetap berdalih, "jilbabi hati dulu" yang tidak ada dalam Al Quran dan Hadits ?? Bukankan sebagai Muslim kita harus taat pada Allah, bukan kata-kata orang ? :')

Ukhty, mungkin ada diantara kita yang menganggap atau mbatin kalau wanita yang berjilbab syar'i (jilbab lebar seperut, sepaha, bahkan sampai mata kaki) dan memakai baju longgar (misal gamis) yang dianggap baju kebesaran (ukuran) adalah orang-orang kuno, ngga gahol, ketinggalan zaman dan sebagainya. Tapi merekalah yang menarik Ukht. Kenapa ??? Karena mereka taat pada Allah, peduli amat kata manusia, yang penting Allah ! Dan mereka telah memerdekakan diri mereka dari kekangan kata-kata manusia itu. Itulah merdeka ! MaashaaAllaah..

Dengan garam-garam yang aku makan (baca: pengalaman), aku sadari ketika aku memakai jilbab semau gue banyak yang bersikap kurang menghormati Muslimah, seperti menyentuh kulitnya. Dan berbeda kalo make jilbab syar'i, orang-orang akan lebih menghargai, misal dengan ngga ngajak salaman atau memberi kembalian tanpa menyentuh tangan. Mereka (laki-laki non mahrom) maupun wanita kelihatan lebih gimanaa gitu jadinya, heheh :D

aaakkk pen yang kea ginihhh >,<

Bukan berarti diri ini sudah betul banget, sungguh, masih nyubi. Maka ayo, kita berjuang bareng-bareng memerdekakan diri kita. Merdeka dengan jilbab adalah ketika kita bisa acuh dengan kata-kata buruk orang tentang jilbab syar’i kita. Merdeka dengan jilbab adalah ketika kita leluasa melakukan aktivitas dengan percaya diri memakai jilbab syar’i kita. Merdeka dengan jilbab adalah ketika alasan-alasan keduniaan bisa kita senyumi karena memandang akhirat kita..

Ingatlah kembali Muslimah-muslimah luar biasa dengan jilbabnya..




“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (QS Al A’raaf ayat 26)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, aka nada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al-Ahzaab ayat 36)


FYI Ukht,, sekarang ada pakaian syar'i satu stel dengan khimarnya dengan harga terjangkau. kalo pen tau hubungi aku aja :D

Demikian. Maaf jika ada khilaf :)
BaarakAllaahu fikum


(dewi, 18 tahun, yang mencintaimu, Ukht) :D


SEMOGA BERMANFAAT!!!:)

Sabtu, 10 Mei 2014

Bedanya Jilbab Gaul & Jilbab Syar'i

Sekarang sudah zamannya serba serbi modern. Mulai dari teknologi, transportasi sampai ke masalah fashion juga udah modern. Semakin lama semakin dihiraukan aturan-aturan yang ada. Contohnya saja dalam hal berjilbab. Kita tahu sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al-qur’an, seorang muslimah wajib menggunakan hijab (penutup) atau yang lebih kita kenal dengan nama kerudung atau jilbab. Sudah jelas tertera dalam Al-Qur’an QS. Al-Ahzab : 59 dan An-Nur : 31.
Dalam QS. Al-Ahzab : 59 dijelaskan, bahwa Allah SWT menyerukan kepada kita agar mengulurkan jilbabnya hingga ke seluruh tubuh. Jilbab di sini maksudnya semacam baju kurung yang tidak ketat dan memperlihatkan lekuk tubuh seorang wanita untuk menutupi aurat. Di dalam surah ini pula dijelaskan apa maksudnya Allah SWT menyuruh kita agar menutup aurat kita. Tujuannya supaya para muslimah lebih mudah  dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Sedangkan dalam QS. An-Nur : 31 lebih menjelaskan dan melengkapi dari penjelasan di Surat Al-Ahzab ayat 59.
Coba kita bandingkan jilbab dengan segala aturannya yang ada dalam Al-Qur’an dengan jilbab yang kalian pakai saat ini. Sudah syar’i kah jilbab kalian? Kebanyakan muslimah saat ini lebih mementingkan mode trend terkini dibandingkan dengan yang sudah diatur dalam Al-Qur’an.
Apa yang dimaksud jilbab gaul? Jilbab gaul itu yang sering dipakai kebanyakan muslimah saat ini. Entah mungkin karena mereka belum mengetahui bagaimana aturan menggunakan jilbab atau mereka sudah tahu tapi enggan melakukannya. Jilbab gaul itu jilbab yang dililit, dengan pakaian yang ketat memperlihatkan bentuk tubuh, yang penting asal panjang dan menutupi tangan dan kaki. Padahal sudah tertera dalam Al-Qur’an jilbab itu bukan dililit, tetapi diulurkan.
Dan yang dimaksud jilbab syar’i adalah jilbab yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan hadist. Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa jilbab itu seperti baju kurung. Tanda itu tidak ketat. Misalnya seperti gamis, ataupun atasan yang longgar dan menggunakan rok. Bukan seperti pada kenyataan saat ini. Para muslimah menggunakan jilbab dililit dengan baju dan celana yang ketat. Hal itu sangat bertolak belakang dengan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an.
Karena mengikuti trend dan mode masa kini menjadi alasan mereka mengapa menggunakan jilbab yang tidak syar’i. Ingat ukhti, jilbab yang syar’i itu ketentuannya berasal dari Allah SWT. Sedangkan jilbab gaul itu ketentuannya berasal dari manusia.
Jilbab gaul vs jilbab syar’i, yang mana yang kalian pilih ukhti? Yang sesuai dengan ketetapan Allah SWT atau yang sesuai dengan ketetapan mode fashion zaman sekarang? Mengikuti kaum mayoritas yang salah atau mengikuti kaum minoritas yang benar? Lebih baik kepanasan di dunia atau di akhirat? Selagi ada umur, ayo syar’ikan jilbabmu!
How to Use Jilbab Syar’i?
1. Jilbab yang panjang dan tebal (tidak tipis dan tembus pandang)
Sesuai dengan yang ada di dalam Al-Qur’an, jilbab yang syar’i itu menutupi dadamu. Tidak dililit ke atas kepalamu atau dimodifikasi agar tidak panjang. Mudah bukan? ga ribet, ga susah.
2. Menggunakan baju gamis atau baju yang longgar dan rok
Sudah jelas dalam Al-Qur’an, kita diwajibkan untuk menggunakan baju kurung atau baju yang tidak ketat memperlihatkan bentuk tubuh kita ukhti. Dan baju yang tidak ketat itu adalah gamis atau baju yang longgar dan rok. Its so simple to do. Dari pada kalian menggunakan pakaian yang ketat dan sangat tidak nyaman dipakai.
3. No Punuk Unta
Punuk unta? Apa itu? Tahukah kalian?? Para muslimah zaman sekarang menampakkan rambutnya yang digelungkan saat berhijab. Itulah yang dimaksud punuk unta. Bahkan lebih mirisnya lagi, kini sudah tersedia ciput yang ada punuk untanya. Dalam Islam ini dilarang. Berikut adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim :
“Ada golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian” (HR. Muslim No. 2128)
Sudah jelaskan dalam hadist tersebut. Lebih baik jika yang berambut panjang bisa dikepang atau diikat biasa. Tidak digelungkan ke atas dan terlihat seperti punuk unta.
4. Menggunakan kaos kaki
Tahukah ukhti? Kakimu itu termasuk aurat yang harus ditutup. Jadi ketika keluar rumah atau bepergian kemanapun, jangan lupa gunakan kaos kakinya. Sudah jelaskan batas-batas aurat kita. Semuanya aurat kecuali telapak tangan dan wajah.

Mudah bukan untuk menggunakan jilbab syar’i yang sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Betapa Allah SWT sangat menjaga dan menyayangi diri kita. Tapi kita malah tidak menjaganya. Jagalah auratmu dari orang yang tidak berhak melihatnya. Banyak kasus pelecehan terjadi karena wanita kebanyakan menggunakan pakaian yang terbuka. Itu sudah tentu dapat mengundang setan untuk menggoda lawan jenismu melakukan pelecehan. Kalau sudah begitu, siapa yang harus disalahkan? Mata mereka akan terjaga jika dirimu menjaga penampilanmu pula. Islam teach you to covering not wrapping your aurat, ukhti. Islam mengajarkanmu untuk menutupi bukan membungkus auratmu.
ayo mari kita sama- sama belajar menjadi muslimah yang lebih baik lagi:) 
semangaatt!!

Rabu, 19 Maret 2014

Kecantikkan Wanita Dalam Islam

Setiap wanita pasti tak lepas dari  keinginan untuk selalu terlihat cantik. Namun apakah makna dari cantik itu sebenarnya? Kebanyakkan dari wanita  memakanai cantik itu seperti bintang iklan sabun mandi atau artis di televisi tapi kebanayakkan wanita tidak mengetahui makna cantik sebenarnya menurut Al Qur’an dan Islam.

Mari bersama kita mengetahui apa itu cantik menurut Al Qur’an dan Islam.
Menurut buku Ensiklopedi kata-kata Al Qur’an AL Karim yang di keluarkan oleh Dewan Bahasa Arab,Kecantikan di maknai dengan keanggunan,kehalusan dan keelokan.
Ada juga yang mengartikan kecantikan dalam kasad mata yaitu hal yang indah yang dapat membuat seseorang menjadi suka dan mencintai.

Kecantikan tidak hanya di berikan kepada manusia saja tetapi kepada segala sesuatu di alam raya ini dari ciptaan ALLAH yang indah termasuk di dalamnya hewan dan tumbuhan.Bukan pada alam semesta dan isinya saja kecantikan dapat diberikan tapi juga kepada sifat manusia,akhlak dan tabiatnya serta tutur katanya yang indah.

Nah,bagaimana kecantikan dalam pandangan islam?


Islam adalah agama yang menyeru pada kecantikan dan keindahan. Dimana kecantikan itu berupa kecantikan maknawi yaitu kecantikan berupa jiwa,akhlak,sifat dan sikap.
Karena itu dapat kita lihat di dalam Al Qur’an Al Karim kecantikan wajah atau penampilan fisik pria ataupun wanita jarang disebut,kecuali hanya dua kali saja. Pada penyebutan pertama ALLAH memperingatkan Rasulullah untuk tidak tertipu pada kecantikan fisik orang-orang munafik karena penampilan seseorang tidak mencerminkan siapa dirinya.

Seperti dalam firman ALLAH AZZA WA JALLA:”Dan apabila kamu melihat mereka,tubuh-tubuh mereka membuatmu kagum. Dan jika mereka berkata-kata,kamu mendengarkan mereka. Mereka seakan-akan  kayu yang tersandar.” (QS.Al Munafiqun:4)

Penyebutan yang kedua pada firman ALLAH: ”Tidak halal bagimu menikahi wanita-wanita sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain),meskipun kecantikan mereka menarik hatimu,kecuali wanita-wanita (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan ALLAH Maha mengawasi segala sesuatu.” (QS.Al Ahzab:52)

Maksud dari ”kecantikan mereka” adalah keindahan dan kecantikan Rupa dan fisik wanita.
Al Hasan dan Asy Sya’abi mengatakan bahwa kecantikan yang di maksudkan ALLAH dalam ayat diatas adalah kecantikan yang tersirat pada wajah wanita bangsawan Quraisy yang bernama Asma binti Amis.

Asma binti Amis adalah istrti dari Ja’far bin Abi Thalib yang suaminya mati syahid. Kecantikan wajah beliau sangat terkenal di kalangan kaumnya sehingga Rasulullah Saw berkeinginan untuk menikahinya setelah beliau memperdalam keimanan wanita itu.
Rasulullah begitu terpesona dengan kecantikannya dan berkeinginan memperistrinya.
Untuk menikahinya Rasulullah akan menceraikan salah seorang istrinya,namun ALLAH Ta’ala melarang beliau menceraikan salah seorang istrinya agar dapat menikahi Asma.

Ketika ALLAH menyebut cantik Hiasan dalam Al Qur’an, ALLAH menyebut sebagai sifat bidadari: ”Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (QS.Ar Rahman:70)

Kecantikan hiasan haruslah di dahului dengan kecantikan ”Khairaat” agar kita wanita tahu bahwa seorang wanita yang baik adalah wanita yang memiliki kecantikan sifat dan akhlak lebih baik dari pada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa semata. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam Al Qur’an ALLAH tidak memberikan patokan khusus pada kecantikan fisik dan rupa bagi wanita ataupun pria.

Seperti pada Hadits Rasulullah berikut ini: ”Sesungguhnya ALLAH tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian,tapi ia melihat hati dan amal kalian.” (HR.Muslim,Ahmad dan Ibnu Majah)
Dalam Hadits lain Rasulullah mengatakan bahwa wanita shalehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dari Amr ibnu ra : ”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhisannya adalah wanita shalehah.” (HR.Muslim,Ibnu Majah dan An Nasai)

Jadi kecantikan dalam Al Qur’an dan Islam bukan di lihat pada kecantikan fisik dan Rupa semata tapi lebih pada kecantikan Sifat,tabiat,kebaikan hati dan akhlak seorang wanita. Wanita tidak perlu takut tidak cantik karena setiap wanita itu cantik dan indah apabila mempunyai akhlak yang indah pula,buat apa rupa dan fisik kita cantik tapi hati tidak cantik karena kecantikan fisik dan rupa akan hilang seiring waktu dan usia berlalu terkecuali bagi yang Surgary mungkin kecantikannya bertahan tapi apa ada orang yang mau dengan yang palsu?
Kecantikan Akhlak dan kebaikan hati tidak akan pernah hilang walau di makan waktu dan usia dia akan tetap abadi.

Jadi seperti lagunya girlband yang sedang di gandrungi remaja saat ini ”Kamu cantik..cantik dari hatimu”.

Minggu, 16 Maret 2014

MANFAAT ALPOKAT UNTUK KULIT

Alpukat merupakan salah satu buah paling populer yang banyak mengandung khasiat alami bagi kecantikan kulit maupun kesehatan tubuh. Tentu anda pernah mencicipi segarnya avocado juice yang banyak mengandung vitamin A untuk merawat ketajaman mata. Ternyata, buah alpukat ini juga memiliki manfaat untuk wajah yaitu menjaga agar tetap sehat, lembut serta membuat kulit cerah merona secara alami.
Selain kaya akan kandungan vitamin A seperti halnya wortel, avocado juga mengandung anti-oksidan, lemak tak jenuh serta vitamin E yang baik untuk merawat kulit. Pemanfaatan buah-buahan dalam bidang kecantikan sudah dibuktikan keampuhannya sejak dulu. Banyak masker wajah yang terbuat dari buah dengan kegunaan yang beragam. Dan kegunaan alpukat untuk wajah adalah menjadi pelembab alami yang sekaligus mampu membuat kulit lebih cerah.

Efek buruk dari sinar ultraviolet adalah membuat kulit menjadi kering, pecah-pecah serta terlihat kusam. Dengan memanfaatkan masker buah alpukat ini, wajah cantik anda akan terjaga kelembabannya serta mengatasi masalah kulit kering.

Tidak hanya bisa digunakan pada area muka, avocado scrub juga bisa dipakai untuk daerah lain seperti kaki maupun tangan. Kegunaan alpukat untuk kulit kaki dan tangan yaitu mencerahkan lutut dan siku secara alami. Tentu anda tahu jika kedua bagian tubuh tersebut memiliki pigmen kulit yang lebih tebal dibandingkan bagian lain. Ini lah kenapa kulit lutut dan siku cenderung lebih kasar, kusam serta gelap.



Bagaimana Cara Membuat Scrub Dari Buah Alpukat?

1. Manfaat alpukat untuk wajah lebih cerah
  • Siapkan 1 buah alpukat
  • Pastikan wajah cantik anda bersih dari make up
  • Belah alpukat menjadi 2 bagian kemudian gosok seluruh area wajah memakai bagian dalam kulit alpukat
  • Diamkan selama 10 – 30 menit agar manfaat alpukat meresap ke pori-pori kulit
  • Bilas menggunakan air hangat lalu bilas lagi dengan air dingin untuk menutup pori-pori kulit

2. Khasiat alpukat untuk memutihkan kulit kaki
  • Haluskan daging alpukat dengan blender
  • Oleskan ke kaki sambil dipijat secara perlahan
  • Anda juga bisa memakai cara ini untuk menghaluskan tumit pecah-pecah
  • Diamkan selama 15 – 30 menit sebelum dibilas

3. Kegunaan alpukat untuk menghaluskan kulit tangan
  • Haluskan daging buah alpukat
  • Tambahkan 1 sendok makan oatmeal, 1 putih telur dan 1 sendok teh air jeruk nipis
  • Campurkan semua bahan sampai rata
  • Oleskan scrub alpukat pada semua bagian tangan
  • Diamkan 10 – 20 menit kemudian bilas dengan air bersih

Perawatan kulit agar tetap terjaga kesehatan dan kelembutannya memang sudah menjadi keharusan bagi anda, seorang perempuan yang selalu menjaga penampilan cantik. Anda bisa memakai produk kecantikan untuk menghemat waktu atau memilih memanfaatkan scrub alpukat untuk menjaga kulit tetap sehat serta cerah secara alami.
 SELAMAT MENCOBA!!!

Minggu, 16 Juni 2013

Web Design pentingnya menjaga akhlak

Kajian akhlak ini sangat erat kaitannya dengan diturunkannya Rasulullah SAW.di muka bumi ini karena salah satu tujuan Allah mengutus Rasulullah ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.: 
 
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Allah SWT.pun bersabda:  
 
“Tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiya: 107)

Dari hadits dan firman Allah di atas, maka ada hubungan antara keduanya. Yang pertama, Allah mengatakan bahwa Dia mengutus Rasulullah adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam dan Rasulullah pun berkata bahwa beliau diutus oleh Allah adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Akhlak merupakan sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh keberadaannya. Kemajuan, kecerdasan, keharmonisan, kebahagiaan serta ketentraman hidup sangat dipengaruhi oleh akhlak. Dengan akhlak yang baik dan mulialah semua bentuk kebaikan akan terwujud yang akhirnya akan tercapainya keharmonisan dalam hidup.

Jika di antara kita ada yang berkata, bahwa kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, yakni dengan mengerjakan shalat, sedekah, puasa, doa, dzikir, dan yang lainnya. Memanh itu sangat benar, akan tetapi sahabat, akhlak juga sangat penting dan bahkan menurut Amru Khalid dalam bukunya yang berjudul Menjadi Mukmin yang Berakhlak mengatakan, ketika ada yang bertanya mengenai akhlak dan ibadah yang Allah perintahkan, beliau mengatakan : 
 
”Benar, sesungguhnya akhlak lebih penting dari semua itu. Sesungguhnya tujuan utama dari setiap ibadah yang terus dilakukan adalah untuk menata akhlak. Jika ibadah tidak membawa kepada ketertataan akhlak, maka bisa dikatakan bahwa ibadah sekedar gerak tubuh tanpa makna!”

Dari apa yang dikatakan oleh beliau, bukan berarti ibadah itu tidak penting akan tetapi akhlak merupakan implementasi dari ibadah yang terus kita lakukan selama ini. Jika setelah melakukan ibadah akhlak kita menjadi lebih baik maka kita sudah benar-benar memahami makna dari ibadah yang kita lakukan. Akan tetapi jika kita sudah melakukan ibadah dan akhlak kita masih belum baik atau belum ada perubahan yang lebih baik, maka kita belum begitu memahami makna dari ibadah yang kita lakukan. Kita hanya menganggap bahwa ibadah hanyalah sebuah kewajiban saja yang harus dilaksanakan, layaknya kita disuruh mengerjakan tugas oleh guru kita dengan pekerjaan yang asal-asalan saja hanya untuk memenuhi tugas tersebut tanpa memahami isi atau makna dari apa yang kita tulis atau kita kerjakan sehingga tidak akan ada pengaruhnya bagi kita sendiri .

Kita harus bisa menata akhlak kita untuk lebih baik lagi sebagai bentuk implementasi dari ibadah yang kita lakukan dan sebagai wujud syukur kita kepada Allah.

1. Shalat Akan Mengatur Akhlak
Shalat yang kita lakukan bukan hanya sekedar gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan yang teratur saja. Akan tetapi hakikat dari shalat itu sendiri salah satunya adalah untuk menata akhlak kita. Orang yang melakukan shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas, bukan hanya sebuah kewajiban saja yang asal terselesaikan, maka akan terlihat dari akhlaknya atau perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana firman Allah SWT.:

“Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Q.S. Al-Ankabut: 45)

Dari ayat di atas, maka dapat dikatakan bahwa orang atau hamba Allah yang melakukan shalat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas maka dia akan senantiasa menghindari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Allah juga berfirman, bahwa:  
 
“Sesungguhnya Aku hanya menerima shalatnya seseorang yang merasa rendah hati di hadapan keagungan-Ku, tidak bertindak sewenag-wenang atas ciptaan-ku, tidak lalai dari mengingat-Ku, memberikan kasih sayang kepada orang miskin dan orang terlantar, dan memberikan kasih sayangnya kepada para janda dan kepada orang-orang yang ditimpa musibah.”.

2. Sedekah
Tujuan dari zakat adalah untuk penyucian diri. Penyucian memiliki arti pendidikan agar berakhlak baik. Sehingga dikatakan bahwa tujuan dari zakat adalah untuk memperbaiki akhlak, bukan begitu? Zakat merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah, dan tujuan dari ibadah itu adalah mendoromng pelakunya kepada akhlak yang mulia.

Kita sadari ataupun tidak, beberapa dari yang kita lakukan merupakan bentuk sedekah. Pernahkah sahabat mendengar dan mengalaminya? Saya pastikan sahabat pernah mendengar bahkan mengalami hal itu. Rasulullah SAW.bersabda: 
 
“Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Usahamu untuk mengajak kepada kebajikan dan melarang keburukan adalah sedekah. Usahamu untuk memberikan petunjuk kepada seseorang yang sedang berada dalam kesesatan adalah sedekah. Memberikan apa yang anda miliki kepada saudaramu adalah sedekah. Memberikan sesuatu yang membahayakan dari jalan adalah sedekah. Pandanganmu yang peduli kepada orang yang buruk rupa adalah sedekah. Sedekah yang paling tinggi nilainya adalah sedekah nafkah yang diberikan seorang suami kepada istrinya.”

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW.di atas maka jelaslah bahwa hal-hal di atas yang pernah kita alami atau kita lakukan baik sebagian ataupun seluruhnya merupakan bentuk sedekah dan sesuai dengan yang Allah janjikan bahwa orang yang berbuat baik atau melakukan sedekah akan mendapatkan pahala dari Allah sebagai balasannya. Sekarang ini sedang memanasnya krisis akhlak, dan salah satu sedekah yang tepat untuk sekarang ini selain bnetuk-bentuk sedekah di atas adalah sedekah akhlak.

3. Puasa
Dari uraian di atas kita ketahui bahwa tujuan diperintahkannya shalat adalah untuk membina akhlak. Demikian pula dengan sedekah dan puasa. Rasulullah SAW.bersabda:  
 
“Apabila pada suatu hari seseorang berpuasa, maka jangan mengucapkan kata-kata cabul dan jangan merampas hak orang. Apabila ia dicela atau ingin diserang, maka katakanlah, ‘Aku sedang berpuasa.’”.
 
 berdasarkan sabda Rasulullah tersebut maka lebih jelas lagi bahwa puasa akan membawa kita pada akhlak yang mulia, Puasamu adalah hari akhlakmu. Karena pada saat kita berpuasa, kita tidak diperkenankan untuk melakukan kefasikan, mencela, merampas, atau melakukan perbuatan buruk lainnya. Dan jika kita lebih sering berpuasa, maka akan semakin tertatalah akhlak kita, semakin mulialah perbuatan-perbuatan yang kita lakukan.

4. Haji
Sebagaimana ibadah-ibadah di atas yang telah disebutkan, ibadah haji pun merupakan satu ibadah yang mendorong pelakunya untuk membina akhlaknya. Seorang yang sedang melaksanakan ibadah haji maka akan berusaha sekuat tenaga untuk berakhlak baik dan penuh kedisiplinan. Waktu melakukan ibadah haji kurang-lebih dua puluh hari dan selama waktu itu pula seorang yang sedang melaksanakan haji akan menata perilakuknya agar tidak menyimpang yakni dengan berakhlak baik . Bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah haji tersebut maka akan berpengaruh terhadap perubahan akhlaknya untuk menjadi lebih baik.

Setiap orang yang melakukan ibadahnya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, memasrahkan, dan berserah diri kepada Allah maka akan membuat hati serta akhlaknya lebih tertata dengan rapi dan indah. Oleh karena itu, ibadah-ibadah yang merupakan perintah Allah selain sebagai tujuan untuk membentuk dan memperbaiki akan tetapi juga sebagai proses atau perjalanan manusia dalam membentuk dan memperbaiki kesempurnaan akhlak mulia manusia.

Di antara akhlak-akhlak seorang mukmin yang baik adalah:

1. Ihsan (berbuat baik)
2. Tawadhu (rendah hati)
3. Kejujuran 
4. Amanah (dapat dipercaya)
5. Menepati Janji (Wafa’)
6. Haya’ (Malu)
7. Kasih Sayang (Rahmat)
 

Web Design Kemunduran dan kehancuran Kerajaan islam

Kemunculan tiga kerajaan islam yaitu Kerajaan Turki Ustmani, Kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban islam.
Kerajaan Usmani meraih puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sultan Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566 M) di kerajaan safawi, Syah Abbas I membawa kerajaan tersebut meraih kemajuan dalam 40 tahun periode kepemerintahannya dari tahun 1588-1628 M. Dan di Kerajaan Mughal meraih masa keemasan di bawah Sultan Akbar (1542-1605 M).
Seperti takdir yang telah Allah tentukan disetiap kejayaan tentu akan berganti dengan kemunduran bahkan sebuah kehancuran. Demikian pula yang terjadi pada ketiga kerajaan tersebut. Setelah pemerintahan yang gilang gemilang dibawah kepemimpinan tiga raja itu, masing-masing kerajaan mengalami fase kemunduran. Akan tetapi penyebab kemunduran tersebut berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Kemunduran-krmunduran inilah yang akan penulis bahas dalam makalah ini. Karena pengaruhnya sangat besar terhadap kelangsungan peradaban Islam secara keseluruhan.

A. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Safawi di Persia
Kerajaan safawi di Persia meraih puncak keemasan dibawah pemerintahan syah Abbas I selama periode 1588-1628 M. Abbas I berhasil membangun kerajaan safawi sebagai kompetitor seimbang bagi Kerajaan Turki Usmani. Bahkan dalam bidang ilmu pengetahuan, kerajaan ini lebih menonjol daripada kerajaan turki usmani, khususnya ilmu filsafat yang berkembang amat pesat. Hurmuz sebagai pelabuhan utama berhasil dikuasai oleh Abbas I sehingga wilayah ini mampu memjamin kehidupan perekonomian Safawi.
Tanda-tanda kemunduran kerajaan persia mulai muncul sepeninggalan Syah Abbas I. Secara berturut-turut syah yang menggantikan abbas I adalah:

1. Safi Mirza (1628-1642 M)
2. Abbas II (1642-1667 M)
3. Sulaiman (1667-1694 M)
4. Husain (1694-1722 M)
5. Tahmasp II (1722-1732 M)
6. Abbas III (1733-1736 M).
Banyak faktor yang mewarnai kemunduran kerajaan safawi, diantaranya dari perebutan kekuasaan dikalangan keluarga kerajaan. Diakui bahwa Syah-syah yang menggantikan Abbas I sangat lemah. Safi Mirza merupakan pemimpin yang lemah dan kelemahan ini dilengkapinya oleh kekejaman yang luar biasa terhadap pembesar-pembesar kerajaan karena sifatnya yang pecemburu. Pada masa pemerintahan Mirza inilah kota Qandahar (sekarang termasuk wilayah Afganistan) lepas dari penguasaan Safawi karena direbut oleh kerajaan Mughal yang pada saat itu dipimpin oleh Syah Jehan. Baghdad sendiri direbut oleh Kerajaan Usmani. Abaas II konon seorang raja pemabuk, akan tetapi di tangannya kota Qandahar bisa direbut kembali. Kebiasaan mabuk inilah yang menamatkan riwayatnya. Demikian halnya dengan sulaiman, ia seorang pemabuk dan selalu bertindak kejam terhadap pembesar istana yang dicurigainya. Selama tujuh tahun ia tak pernah memerintah kerajaan.
Diyakini, konflik dengan turki Usmani adalah sebab pertama yang menjadikan Safawi mengalami kemunduran. Terlebih Turki Usmani merupakan kerajaan yang lebih kuat dan besar daripada Safawi. Hakikatnya ketegangan ini disebabkan oleh konflik Sunni-Syi’ah.
Syah Husain adalah raja yang alim akan tetapi kealiman Husain adalah suatu kefanatikan tehadap Syi’ah. Karena dia lah ulama syi’ah berani memaksakan pendiriannya terhadap golongan sunni. Inilah yang menyebabkan timbulnya kemarahan golongan sunni di afganistan. Dan pemberontakan inilah yang mengakhiri kisah kerajaan safawi.
Pemberontakan bangsa afgan dimulai pada 1709 M di bawah pimpinan Mir Vays yang berhasil merebut wilayah Qandahar. Lalu disusul oleh pemberontakan suku Ardabil di Herat yang berhasil menduduki Mashad.
Mir Vays digantikan oleh Mir Mahmud sebagai penguasa Qandahar. Di bawahnyalah, keberhasilan menyatukan suku afgan dengan suku ardabil. Dengan kekuatan yang semakin besar, Mahmud semakin terdorong untuk memperluas wilayah kekuasaannya dengan merebut wilayah afgan dari tangan safawi. Bahkan ia melakukan penyerangan terhadap Persia untuk menguasai wilayah tersebut. Penyerangan demi penyerangan ini memaksa Husain untuk mengakui kekuasaan Mahmud. Oleh Husain, Mahmud diangkat menajdi gubernur di Qandahar dengan gelar husain Quli Khan yang berarti Budak Husain.
Dengan pengakuan ini semakin mudah bagi Mahmud untuk menjalankan siasatnya. Pada 1721 M ia berhasil merebut Kirman. Lalu menyerang Isfahan, mengepung ibu kota safawi itu selama enam bulan dan memaksa Husain menyerah tanpa syarat. Pada 12 oktober 1722 M Syah Husain menyerah dan 25 oktober menjadi hari pertama Mahmud memasuki kota Isfahan dengan kemenangan.
Tak menerima semua ini, Tahmasp II yang merupakan salah seorang putra Husain dengan dukungan penuh suku Qazar dari rusia, memproklamirkan diri sebagai penguasa Persia dengan ibu kota di Astarabad. Pada 1726 M, Tahmasp bekerja sama dengan Nadir khan dari suku afshar untuk memerangi dan mengusir bangsa afgan yang menduduki Isfahan.
Asyraf sebagai pengganti Mir Mahmud berhasil dikalahkan pada 1729 M, bahkan Asyraf terbunuh dalam pertempuran tersebut. Dengan kematian Asyraf, maka dinasti Safawi berkuasa lagi.
Pada Agustus 1732 M, Tahmasp II dipecat oleh Nadir Khan dan digantikan oleh Abbas III yang merupakan putra Tahmasp II, padahal usianya masih sangat muda. Ternyata ini adalah strategi politik Nadir Khan karena pada tanggal 8 maret 1736, dia menyatakan dirinya sebagai penguasa persia dari abbas III. Maka berakhirlah kekuasaan dinasti Safawi di Persia.
Kehancuran safawi juga dikarenakan lemahnya pasukan Ghulam yang diandalkan oleh safawi pasca penggantian tentara Qizilbash. Hal ini karena pasukan Ghulam tidak dilatih secara penuh dalam memahami seni militer. Sementara sisa-sisa pasukan qizilbash tidak memiliki mental yang kuat dibandingkan dengan para pendahulu mereka. Sehingga membuat pertahanan militer Safawi sangat lemah dan mudah diserang oleh lawan.
B. Kemunduran dan Kehancuran Mughal di India
Setelah Sultan Akbar wafat, selanjutnya kepemimpinan kerajaan ini masih di pegang para raja-raja besar seperti Jengahir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M). Ketiga raja ini masih dapat mempertahankan kemajuan yang dicapai pada masa Sultan Akbar.
Namun, setelah sepeninggalan Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan mughal mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran karena generasi pemimpin selanjutanya sangat lemah. Tercatat sultan-sultan pasca Aurangzeb adalah sebagai berikut:
1. Bahadur Syah I (1707-1712 M)
2. Azimusyah (1712-1713 M)
3. Farukh siyar (1713-1719 M)
4. Muhammad syah (1719-1748 M)
5. Ahmad Syah (1748-1754 M)
6. Alamghir II (1754-1759 M)
7. Syah Alam (1761-1806 M)
8. Akbar II (1806-1837 M).
9. Bahadur Syah II (1837-1858 M)
Kemunduran ini ditandai dengan konflik dikalangan keluarga kerajaan, yang intinya adalah saling berebut kekuasaan. Keturunan Babur hampir semuanya memiliki watak yang keras dan ambisius, sebagaimana nenek moyang mereka yaitu Timur Lenk yang juga memiliki sifat demikian.
Ketika Jahangir (putera Sultan Akbar) menggantikan Abbas I, mendapat tentangan dari saudaranya Khusraw, yang juga ingin tampil sebagai penguasa Mughal. Lalu saat Syah Jihan menggantikan Jahangir, giliran ibu tiri beliau yang menentang karena ingin anaknya yaitu Khurram, menggantikan Jahangir. Begitupun saat Syah Jehan mulai mendekati ajalnya, anak-anak Syah Jehan diantaranya Aurangzeb, Dara Siqah, Shujah, dan Murad Bakhs saling berebut kekuasaan hingga menyebabkan perang saudara yang berkepanjangan.
Faktor lainnya yang sangat berpengaruh adalah serangan dari kerajaan atau kekuatan luar. Serangan ini mulanya dilakukan oleh kerajaan Safawi di persia yang memperebutkan wilayah Qandahar. Pada 1622 m, daerah ini berhasil dikuasai oleh Safawi. Pada 1739 M, Nadir Syah dari Safawi menyerbu Mughal dengan alasan bahwa Mughal tidak mau menerima duta bangsa yang dikirim olehnya. Lalu disusul ketegangan dengan Afganistan pada masa pemerintahan Muhammad Syah, kerajaan Mughal mendapat serangan dari suku Afgan yang dipimpin oleh Ahmad Syah. Pada tahun 1748 M, Ahmad Syah berhasil menguasai Lahore. 
Pemberontakan Hindu juga turut memperkeruh suasana. Hindu yang merupakan mayoritas di sana, tidak senang menjadi warga kelas dua dibandingkan islam yang menjadi warga kelas satu padahal jumlahnya minoritas. Hal ini menimbulkan banyak sekali pemberontakan yang membuat repot kerajaan Mughal terlebih disaat yang hampir bersamaan muncul pula tekanan dari Inggris.
Keruntuhan Mughal juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, dimana kemunduran politik negeri ini sangat menguntungkan bangsa-bangsa barat untuk menguasai jalur perdagangan . Persaingan diantara mereka akhirnya dimenangi oleh Inggris yang kemudian untuk memperkuat pengaruhnya, mendirikan EIC (East India Company). Dengan mendatangkan pasukan kerajaan inggris untuk mengamankan dan mestabilkan wilayahnya. Menyadari kekuatan Mughal semakin menurun, maka Syah Alam membuat perjanjian dengan Inggris, dimana ia menyerahkan Oudh, Bengal dan Orisa kepada inggris.
Monopoli Inggris yang sangat otoriter dan cenderung keras, membuat rakyat Mughal yang muslim maupun Hindu, bersama-sama mengadakan pemberontakan. Akan tetapi dapat dikalahkan walaupun dalam serangan itu, pasukan Hindu yang memulainya, akan tetapi Inggris melihat umat islam dan Bahadur Syah II, ikut campur dalam penyerangan itu. Maka sebagai hukumannya, inggris memporak-porandakan wilayah Mughal dengan kekuatan senjatanya yang selangkah lebih maju dibandingkan pasukan Mughal dan Hindu. Masjid dan Candi menjadi sasaran penghancuran. Bahadur sendiri di usir dari istana pada 1858 M, maka sejak saat itu berakhirlah kekuasaan kerajaan Mughal di India dan digantikan oleh imperialisme Inggris. 

C. Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Turki Usmani
Secara garis besar kemunduran Usmani mulai terasa sejak pemerintahan Sultan Salim II yang menggantikan Sultan Sulaiman Al Qanuni pada 1566-1574 M.
Di lihat dari faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Turki Usmani yang secara perlahan selama tiga abad dapat dilihat melalui beberapa faktor. Diantaranya melemahnya semangat Yenisari sehingga menyebabkan berbagai wilayah lepas dari kekuasaan Turki Usmani, hal ini sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya yaitu saat kekuasaan Salim II, dimana ia menderita kekalahan dari serangan pasukan gabungan armada Spanyol, bandulia, dan armada sri paus di tahun 1663 M. Pasukan Usmani juga mengalami kekalahan dalam pertempuran di Hungaria di tahun 1676 M. Pada 1669 M, Turki Usmani mengalami kekalahan di Mohakez sehingga terpaksa menandatangani perjanjian Karlowitz yang isinya kerajaan Usmani harus menyerahkan seluruh wilayah hungaria dan pada 1770 M pasukan Rusia mengalahkan pasukan Usmani di asia kecil. 
Luasnya wilayah dan buruknya sistem pemerintahan pasca sulaiman Al-Qanuni juga membuat hilangnya keadilan, dan merajalelanya korupsi dikalangan istana. Heterogenitas penduduk menyebabkan kurangnya semangat persatuan. Terlebih Usmani merupakan kerajaan ayng coraknya militer. Padahal militerisme diakui sangat sulit untuk membentuk suatu persatuan.
Sangat disayangkan pula bila kehidupan istana jauh dari nilai-nilai keislaman, justru sikap bermegah-megahan dan istimewa serta memboroskan uang terjadi pula di kerajaan turki Usmani. Hal ini setidaknya terjadi akibat pengaruh kehidupan barat yang masuk ke istana. Terlebih pemborosan harta ini terjadi saat perekonomian mulai mengalami kemerosotan yang sangta tajam, apalagi untuk pembiayaan angkatan perang yang diharapkan mampu meraih ghanimah malah mengalami kekalahan yang berturut-turut.
Kemuduran di kalangan istana ini, diambil kesempatan oleh wilayah-wilayah turki dalam upaya memerdekakan diri. Terlebih setelah munculnya semangat nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada usmani, mulai menyadari akan kelemahan kerajaan tersebut. Maka walaupun kerajaan usmani memperlakukan mereka sebaik mungkin, namun dalam benak mereka tetap saja bila Usmani adalah penjajah yang datang menyerbu dan menguasai wilayah mereka. Dimulailah usaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Usmani, di Mesir misalnya, Yenisari justru bekerjasama dengan dinasti mamalik dan akhirnya berhasil merebut kembali wilayah mesir pada 1772 M hingga kedatangan Napoleon pada !789 M. Lalu ada gerakan wahabisme di tanah arab yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul wahab yang bekerjasama dengan keluarga Saud, dan akhirnya berhasil memukul mundur kekuasaan turki dengan bantuan tetara Inggris dari jazirah Arab. Keluarga saud sendiri memproklamirkan sebagai penguasa arab maka wilayah jazirah arab selanjutnya dinamakan Saudi Arabia.
Kemajuan teknologi barat juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu faktor penentu kehancuran wilayah turki usmani, dimana sistem kemiliteran bangsa barat selangkah lebih maju dibandingkan dengan kerajaan turki usmani. Oleh karena itu saat terjadi kontak senjata maupun peperangan yang terjadi belakangan, tentara turki selalu mengalami kekalahan. Terlebih Turki Usmani sangat tidak mendorong berkembangnya ilmu pengetahuan, maka otomatis peralatan perangnya pun semakin ketinggalan jaman. Saat Turki Usmani mulai berbenah, sudah terlambat karena wilayahnya sedikit demi sedikit mulai menyusut karena melepaskan diri dan sulit untuk menyatukannya kembali.
Akhirnya pada 1924, Kemal Attaturk memaksa Sultan Hamid II untuk menyerahkan kekuasaan Turki Usmani setelah Kemal melakukan gerakan pembaharuan melalui Turki Muda nya, dan penyerahan kekuasaan ini menjadikan Turki Usmani telah berakhir riwayatnya dan kemudian digantikan oleh Republik Turki yang sekuler. 
Kehancuran Kerajaan Turki Usmani ini, membuat bangsa-bangsa eropa semakin mudah menguasai dan menjajah wilayah-wilayah ynag dulu diduduki oleh Usmani yang mayoritas muslim. Maka sejak itulah umat islam berada dalam situasi dijajah oleh bangsa non muslim. Sungguh ironis karena ini lebih baik oleh bangsa turki karena bagaimanapun juga Turki Usmani adalah muslim. 

TED Penjelasan Heksadesimal

Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F. Sistem bilangan ini digunakan untuk menampilkan nilai alamat memori dalam pemrograman komputer. Nilai desimal yang setara dengan setiap simbol tersebut diperlihatkan pada tabel berikut:

0hex=0dec=0oct0000
1hex=1dec=1oct0001
2hex=2dec=2oct0010
3hex=3dec=3oct0011
4hex=4dec=4oct0100
5hex=5dec=5oct0101
6hex=6dec=6oct0110
7hex=7dec=7oct0111
8hex=8dec=10oct1000
9hex=9dec=11oct1001
Ahex=10dec=12oct1010
Bhex=11dec=13oct1011
Chex=12dec=14oct1100
Dhex=13dec=15oct1101
Ehex=14dec=16oct1110
Fhex=15dec=17oct1111

konversi

Konversi dari heksadesimal ke desimal 

Untuk mengkonversinya ke dalam bilangan desimal, dapat menggunakan formula berikut:

Dari bilangan heksadesimal H yang merupakan untai digit h_n h_{n-1}...h_2 h_1 h_0, jika dikonversikan menjadi bilangan desimal D, maka:
D = \sum_{k=0}^{n} h_k \times 16^k
Sebagai contoh, bilangan heksa 10E yang akan dikonversi ke dalam bilangan desimal:
  • Digit-digit 10E dapat dipisahkan dan mengganti bilangan A sampai F (jika terdapat) menjadi bilangan desimal padanannya. Pada contoh ini, 10E diubah menjadi barisan: 1,0,14 (E = 14 dalam basis 10)
  • Mengalikan dari tiap digit terhadap nilai tempatnya.
1 \times 16^2 + 0 \times 16^1 + 14 \times 16^0
 = 256 + 0 + 14
 = 270
Dengan demikian, bilangan 10E heksadesimal sama dengan bilangan desimal 270.

Konversi dari desimal ke heksadesimal

Sedangkan untuk mengkonversi sistem desimal ke heksadesimal caranya sebagai berikut (kita gunakan contoh sebelumnya, yaitu angka desimal 270):

 270 dibagi 16 hasil:  16   sisa 14  ( = E )
  16 dibagi 16 hasil:   1   sisa  0  ( = 0 )
   1 dibagi 16 hasil:   0   sisa  1  ( = 1 )